Banyak pemilik rumah pertama kali dan investor yg berpengalaman di dunia real estate, tampaknya banyak terfokus pada fungsi dan gaya desain properti yang dibelinya, berharapkan karakteristik dan struktur fisik menyebabkan peningkatan nilai properti yang di belinya. Banyak orang lupa untuk mengingat slogan dalam industri real estate yaitu - "lokasi, lokasi, lokasi" - ketika mencoba untuk menemukan properti yang akan mengarah pada kinerja investasi terbesar.
Kenyataannya adalah bahwa struktur fisik bangunan sebenarnya terdepresiasi dari waktu ke waktu., sedangkan tanah di bawah struktur bangunan yang selalu meningkat harganya. Jadi, "Lokasi" adalah selling poin penting yang menentukan kenaikan investasi dimasa depan. Gagal untuk melihat hal penting tersebut dan hanya berkonsentrasi pada fungsi dan akomodasi, dapat membatasi kinerja keseluruhan nilai properti dan mengurangi kesempatan untuk memaksimalkan kekayaan.
Tanah sebagai aset berharga
Investor harus membanding bandingkan lokasi, karakteristik bangunan dan harga sebelum mengambil keputusan penting untuk membeli properti.Investor berfokus pada perbedaan-perbedaan perbandingan tersebut sehingga menjadi lebih mudah untuk menemukan investasi yang lebih efisien yang memberikan capital gain dengan jenis resiko tertentu terhadap modal yang diinvestasikan. Memahami bagaimana lokasi dan prospek masa depan nilai tanah mempengaruhi peningkatan nilai properti memungkinkan investor untuk membuat pilihan yang lebih baik antara aset bersaing.
Yang mempengaruhi nilai lokasi dimana bangunan berdiri
Ada berbagai hal yang mempengaruhi nilai lokasi di mana banguan berpijak.
- Dekat dengan fasilitas umum seperti, jalan umum, transportasi umum, supermarket, tempat ibadah, sekolah/universitas, tempat-tempat makan.murah, MAL.
- Dekat perkantoran
- Bebas banjir atau kemungkinan terjadi musibah
- Penawaran dan Permintaan (supply and demand) mempengaruhi harga
- Qualitas banguan yang berdiri di lokasi tsb.
- Legalitas dari tanah .









































